Antapura De Djati Garut

Antapura De Djati Garut: Serasa di Ubud Tanpa ke Bali

Pernah membayangkan duduk di tepi sawah terasering yang hijau membentang luas, kopi hangat di tangan, angin sejuk menerpa wajah, dan pemandangan yang mengingatkan pada suasana pedesaan Ubud β€” tapi tanpa perlu terbang ke Bali? Di Garut, hal itu bukan lagi sesuatu yang perlu dibayangkan. Ia nyata, dan namanya Antapura De Djati.

Sejak resmi dibuka pada 6 Februari 2022 oleh Wakil Bupati Garut, H. Helmi Budiman, Antapura De Djati langsung viral dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Jawa Barat. Bukan tanpa alasan β€” konsep yang sangat unik menggabungkan pemandangan sawah terasering khas Priangan, spot foto yang sangat instagramable, wahana yang seru untuk semua usia, restoran dan coffee shop bergaya Ubud Bali, semuanya dalam satu kawasan yang mudah dijangkau dari Bandung maupun Garut. Menurut Direktur Antapura De Djati, H. Galih Ruslan, destinasi ini rata-rata dikunjungi 700 hingga 1.000 pengunjung setiap harinya β€” angka yang sangat mencerminkan betapa kuatnya daya tariknya.

Panduan ini menyajikan semua yang perlu diketahui sebelum mengunjungi Antapura De Djati Garut: harga tiket terbaru, semua wahana dan aktivitas, jam buka, rute perjalanan, fasilitas, dan tips terbaik. Bagi yang ingin menggabungkan kunjungan ke Antapura De Djati dengan destinasi-destinasi terbaik Garut lainnya dalam satu perjalanan yang terencana, tersedia paket wisata Garut 3 hari 2 malamΒ dari WisataMu Tour Travel yang mengemas semua pengalaman terbaik Garut dengan transportasi nyaman dan itinerary terencana.

🌾 Fakta Kunci Antapura De Djati: Dibuka 6 Februari 2022 | Konsep: wisata sawah outdoor ala Ubud, pertama di Jawa Barat | Lokasi: Cibiuk Kaler, Garut | Rata-rata 700–1.000 pengunjung/hari | Tiket weekday: Rp 25.000 | Tiket weekend: Rp 30.000 | Buka setiap hari 08.00–21.00 WIB | Tiket dapat ditukarkan minuman gratis

Mengenal Antapura De Djati β€” β€œUbud”-nya Garut

Antapura De Djati, wisata ala Bali di Garut
Antapura De Djati, wisata ala Bali di Garut

Antapura De Djati adalah destinasi wisata yang mengusung konsep β€œWonderful Space of West Java Agriculture” β€” sebuah ruang wisata yang merayakan keindahan pertanian dan alam khas Jawa Barat, dirancang khusus untuk menghadirkan atmosfer Ubud Bali di tanah Sunda. Nama ini bukan sekadar klaim marketing; Direktur Antapura De Djati, H. Galih Ruslan, dalam wawancara dengan Liputan6.com pada Juni 2024 menjelaskan bahwa alasan utama adopsi konsep Ubud adalah untuk β€œmenarik wisatawan yang ingin merasakan atmosfer dan pengalaman serupa tanpa harus jauh ke Bali.”

Hasilnya sangat berhasil. Antapura De Djati adalah wisata spot selfie pertama dengan konsep outdoor sawah dan alam di Jawa Barat β€” sebuah perpaduan antara pemandangan sawah terasering yang hijau membentang, elemen-elemen dekoratif khas Bali yang menghiasi setiap sudut, restoran dan coffee shop dengan ambiance yang sangat kuat, dan berbagai wahana serta spot foto yang membuat setiap kunjungan terasa seperti petualangan visual yang tidak ada habisnya.

Yang juga sangat menarik dari Antapura De Djati adalah komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Menurut H. Galih Ruslan, ada kesepakatan dengan petani lokal untuk menjaga kelestarian sawah di kawasan ini β€” mirip dengan bagaimana sawah Jatiluwih di Ubud dijaga dan dilestarikan. Ini bukan hanya wisata yang indah, tapi juga wisata yang bertanggung jawab terhadap ekosistem pertanian lokal yang menjadi fondasi keindahannya.

Harga Tiket Masuk dan Biaya Parkir Antapura De Djati 2026

Wahana Harga
Rainbow Slider (1x main) Rp 15.000
Rainbow Slider (sepuasnya) Rp 60.000
Paket Camping (4 orang) Rp 300.000
Sewa Tenda (kapasitas 2 orang) Rp 35.000
Sewa Tenda (kapasitas 8–10 orang) Rp 160.000
Giant Swing (Ayunan Raksasa) Rp 15.000
Sepeda Gantung Rp 15.000
Tumpeng Terbang Rp 10.000
Balon Udara GRATIS
Sarang Burung GRATIS

Jam Buka dan Waktu Terbaik Berkunjung

Antapura De Djati buka setiap hari (Senin–Minggu) mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Ini adalah salah satu keunggulan operasional yang sangat praktis β€” pengunjung bisa datang dari pagi untuk menikmati pemandangan sawah saat udara masih segar, atau datang sore hari untuk golden hour dan menikmati suasana malam di coffee shop.

Pagi hari (08.00–10.00 WIB) adalah waktu yang paling ideal secara visual dan secara kenyamanan: udara pagi Garut yang sejuk dan segar, sawah yang masih berkabut tipis dengan embun pagi, pencahayaan alami yang sangat indah untuk fotografi, dan kawasan yang belum terlalu ramai. Pemandangan sawah terasering di pagi hari menciptakan suasana yang benar-benar mengingatkan pada pagi-pagi di Ubud.

Sore hari (15.00–18.00 WIB) adalah waktu favorit bagi yang ingin menikmati golden hour sunset di atas sawah dan kemudian melanjutkan malam di coffee shop atau restoran. Suasana sore hingga malam di Antapura De Djati sangat berbeda dari siang hari β€” lampu-lampu dekoratif mulai menyala, musik mengalun lembut, dan suasana menjadi sangat romantis dan sangat nyaman.

Hari kerja (Senin–Jumat) jauh lebih sepi dari akhir pekan. Di hari biasa, antrian untuk wahana jauh lebih pendek, suasana lebih tenang, dan harga tiket lebih murah. Di akhir pekan dan hari libur nasional, Antapura De Djati bisa sangat ramai dan antrian wahana populer seperti Rainbow Slider bisa cukup panjang.

Lokasi dan Rute Menuju Antapura De Djati Garut

Antapura De Djati berlokasi di Jalan Raya Cibiuk, Kampung Jati, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44193. Berjarak sekitar 23–29 km dari pusat Kota Garut dengan waktu tempuh sekitar 50 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Rute dari Bandung (via Tol Cileunyi)

Dari Bandung β†’ keluar Tol Cileunyi β†’ ambil arah Tasikmalaya β†’ ikuti jalan menuju Pasar Limbangan β†’ dari Limbangan, ikuti jalan sejauh 3 km β†’ sampai di Antapura De Djati

Rute dari Pusat Kota Garut

Pusat Kota Garut β†’ arah Leuwigoong β†’ ikuti Jalan Raya Cibiuk β†’ Cibiuk Kaler β†’ Antapura De Djati (Β±50 menit)

πŸš— Akses Kendaraan: Jalan menuju Antapura De Djati cukup lebar dan bisa dilalui oleh bus pariwisata β€” sangat cocok untuk rombongan sekolah atau study tour. Dari Kota Bandung, waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam tergantung kondisi lalu lintas. Gunakan Google Maps dengan kata kunci β€œAntapura De Djati” atau β€œAntapura De Djati Cibiuk Garut” untuk navigasi yang paling akurat.

Daya Tarik Utama β€” Sawah Terasering dan Nuansa Ubud yang Memukau

Antapura De Djati
Antapura De Djati

Ketika pertama kali tiba di Antapura De Djati, pemandangan yang menyambut pengunjung adalah hamparan sawah terasering yang hijau membentang luas β€” sebuah pemandangan yang langsung mengingatkan pada sawah-sawah Jatiluwih di Ubud, Bali. Udara segar khas dataran tinggi Garut menambah dimensi sensoris yang membuat kesan pertama ini sangat kuat dan sangat sulit dilupakan.

Tapi yang membuat Antapura De Djati lebih dari sekadar β€œsawah yang bagus untuk difoto” adalah cara pengelolaannya memadukan keindahan alam itu dengan elemen-elemen dekoratif dan arsitektur yang sangat terinspirasi Bali. Ornamen-ornamen khas Bali β€” penjor, janur, ukiran kayu, dan berbagai elemen visual yang sangat khas β€” menghiasi berbagai sudut kawasan, menciptakan kontras visual yang sangat menarik antara lanskap Sunda yang hijau dan sentuhan estetika Bali yang hangat dan berwarna.

Restoran dan coffee shop yang berdiri di antara sawah didesain dengan sangat teliti untuk menghadirkan suasana makan dan bersantai yang menyerupai pengalaman di kafe-kafe trendi Ubud β€” kursi-kursi kayu, meja berbahan alami, atap jerami dan bambu, tanaman hijau yang merambat di mana-mana, dan panorama sawah yang terlihat dari hampir setiap sudut bangunan.

Wahana dan Spot Foto di Antapura De Djati

Antapura De Djati menyebut dirinya sebagai wisata spot selfie pertama dengan konsep outdoor sawah di Jawa Barat β€” dan deskripsi itu sangat akurat. Spot-spot foto yang tersedia di sini sangat bervariasi dan sangat beragam, memberikan pilihan visual yang tidak akan habis dalam satu kunjungan saja.

Spot Foto Ikonik

  • πŸͺ Ayunan bambu β€” swing setinggi 3-4 meter dengan latar sawah hijau yang membentang; salah satu spot foto paling banyak difoto di Antapura De Djati dan paling sering viral di Instagram
  • 🐚 Sarang burung β€” instalasi berbentuk sarang burung besar yang bisa dimasuki pengunjung untuk berfoto dengan latar pemandangan yang dramatis
  • 🚲 Sepeda gantung β€” sepeda yang digantung di ketinggian dengan latar sawah, menghasilkan foto yang sangat unik dan sangat fotogenik
  • 🎈 Balon udara β€” foto dengan balon udara colorful yang sangat khas dan sangat disukai untuk konten Instagram dan TikTok
  • πŸ”Ί Kerucut gantung β€” instalasi artistik bergaya Bali yang menciptakan perspektif foto yang sangat berbeda
  • 🌾 Dermaga sawah β€” jalur kayu yang menjorok ke area persawahan, memungkinkan pengunjung berdiri di tengah-tengah sawah untuk foto yang sangat imersif

Wahana Aktif

  • 🌈 Rainbow Slider β€” perosotan warna-warni sepanjang 50 meter (wahana bintang, dibahas tersendiri di bawah)
  • 🏊 Kolam renang β€” dengan air jernih dan bersih, cocok untuk anak-anak dan dewasa
  • πŸ› Taman bermain anak β€” area bermain khusus anak-anak dengan berbagai permainan yang aman dan menyenangkan

Rainbow Slider β€” Wahana Bintang yang Wajib Dicoba

Di antara semua wahana yang tersedia di Antapura De Djati, ada satu yang selalu memiliki antrian paling panjang dan selalu menjadi topik pembicaraan paling banyak di antara pengunjung: Rainbow Slider. Wahana ini adalah perosotan warna-warni yang panjangnya mencapai 50 meter β€” meluncur dari ketinggian dengan kecepatan yang cukup mengasyikkan sambil dikelilingi warna-warna cerah yang sangat instagramable.

Untuk menaiki Rainbow Slider, tersedia dua pilihan tarif: Rp 15.000 untuk satu kali main, atau Rp 60.000 untuk bermain sepuasnya. Bagi yang sudah pasti akan mencoba berkali-kali (terutama anak-anak yang sering tidak mau berhenti), paket sepuasnya jelas pilihan yang lebih ekonomis. Wahana ini cocok untuk semua usia β€” dari anak-anak yang sangat menikmati kecepatan dan warnanya, hingga remaja dan dewasa yang ingin pengalaman nostalgik yang sangat menyenangkan.

Camping di Antapura De Djati β€” Menginap di Tengah Sawah

Bagi yang tidak cukup satu hari untuk menikmati semua yang ditawarkan Antapura De Djati, ada opsi yang sangat menarik: camping di dalam kawasan wisata. Pengalaman menginap di tenda di tengah kawasan sawah terasering dengan nuansa Ubud di sekelilingnya adalah pengalaman yang sangat unik dan sangat tidak bisa didapat di tempat lain.

Tersedia Paket Camping Rp 300.000 yang sudah mencakup: tiket masuk untuk 4 orang, lahan camping, toilet, parkir, dan air galon. Bagi yang tidak membawa tenda sendiri, tersedia penyewaan tenda dengan harga yang sangat terjangkau:

  • Tenda kapasitas 2 orang: Rp 35.000/malam
  • Tenda kapasitas 8–10 orang: Rp 160.000/malam
  • Tersedia juga sewa perlengkapan camping lainnya: lampu tenda, flysheet, dan aksesoris pendukung

Pengalaman camping di Antapura De Djati sangat berbeda dari camping di alam bebas: fasilitas toilet tersedia, keamanan terjaga, dan di pagi harinya pengunjung bisa langsung menikmati pemandangan sawah yang paling indah β€” tanpa harus berkendara dari kota terlebih dahulu. Bangun di pagi hari dengan kabut tipis di atas sawah dan udara Garut yang sangat segar adalah pengalaman yang selalu membuat orang ingin kembali lagi.

Coffee Shop & Restoran β€” Makan Siang dan Ngopi di Atas Sawah

Salah satu daya tarik yang sering mengejutkan pengunjung pertama kali adalah betapa berkualitasnya fasilitas kuliner di Antapura De Djati. Ini bukan warung kecil di tepi sawah β€” ini adalah restoran dan coffee shop yang desainnya sangat terinspirasi dari kafe-kafe premium di Ubud, dengan menu yang sangat bervariasi dan suasana yang sangat nyaman untuk berlama-lama.

Coffee shop di Antapura De Djati buka setiap hari hingga pukul 20.00–21.00 WIB β€” menjadikannya pilihan sempurna untuk menikmati sore dan malam hari di atas sawah sambil menyeruput kopi lokal atau minuman segar favorit. Menu yang tersedia mencakup pilihan kopi dan minuman non-kopi yang beragam, makanan ringan dan berat, serta hidangan Indonesia dan internasional yang disajikan dengan sangat memadai.

Catatan penting yang wajib diketahui: pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar area Antapura De Djati. Kebijakan ini memastikan bahwa pengunjung menikmati kuliner dari fasilitas yang tersedia di dalam kawasan. Namun dengan tiket masuk yang sudah mencakup penukaran minuman gratis, biaya kuliner bisa dioptimalkan dengan cukup baik.

Antapura De Djati juga menjalin kerja sama dengan pihak sekolah β€” memposisikan lokasi wisata ini sebagai laboratorium belajar nyata untuk jurusan marketing, tata boga, dan komputer. Ini berarti siswa-siswa SMK pariwisata yang magang di sini sungguh-sungguh melayani pengunjung β€” menjadikan kualitas pelayanan restoran dan coffee shop semakin terjaga dan semakin berkembang.

Fasilitas Lengkap di Antapura De Djati

  • βœ… Area parkir luas β€” bisa menampung motor, mobil, dan bus wisata
  • βœ… Kolam renang β€” air jernih, cocok untuk keluarga
  • βœ… Taman bermain anak β€” berbagai permainan aman dan menyenangkan
  • βœ… Rainbow Slider β€” perosotan 50 meter paling populer
  • βœ… Spot foto beragam β€” ayunan bambu, sarang burung, sepeda gantung, balon udara, kerucut gantung
  • βœ… Coffee shop & restoran β€” bergaya Ubud, buka hingga malam
  • βœ… Area camping β€” dengan sewa tenda dan paket camping
  • βœ… Toilet & kamar mandi β€” termasuk fasilitas ramah disabilitas (ramp datar untuk kursi roda, tangga ramah disabilitas, kamar mandi sesuai)
  • βœ… Mushola β€” tersedia untuk pengunjung Muslim
  • βœ… Pemandu wisata β€” tersedia untuk rombongan yang memerlukan
β™Ώ Ramah Disabilitas: Antapura De Djati secara khusus dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas β€” ramp yang datar untuk kursi roda, tangga yang ramah disabilitas, dan kamar mandi yang sesuai standar aksesibilitas. Ini adalah komitmen pengelola agar semua kalangan bisa menikmati keindahan wisata ini tanpa hambatan.

Wisata Terdekat dari Antapura De Djati di Garut

Candi Cangkuang β€” Β±35 km

Satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat yang terletak di tengah situ (danau) yang sangat indah. Perjalanan ke candi menggunakan rakit tradisional menambah keunikan kunjungan. Sangat cocok dikombinasikan dengan Antapura De Djati dalam satu hari perjalanan Garut Utara.

Kampung Adat Pulo β€” Β±35 km

Kampung adat unik di tepi Situ Cangkuang yang menampilkan kehidupan masyarakat adat Sunda dengan arsitektur tradisional yang masih sangat terjaga. Berdekatan dengan Candi Cangkuang.

TWA Gunung Papandayan β€” Β±45 km dari Antapura

Salah satu kawah gunung berapi paling spektakuler di Jawa Barat dengan hutan mati, kawah belerang berwarna, dan pemandangan panoramik yang luar biasa. Destinasi wajib bagi pencinta alam dan trekking di Garut.

Kawah Kamojang β€” Β±60 km

Kawah panas bumi yang sangat aktif dengan pemandangan uap air yang mengepul dari permukaan bumi. Salah satu destinasi geowisata paling menarik di Jawa Barat.

Cipanas Garut β€” Β±40 km dari Antapura

Kawasan pemandian air panas alami paling terkenal di Garut yang sudah legendaris sejak era kolonial Belanda. Sangat cocok sebagai penutup perjalanan yang melelahkan β€” berendam di air panas alam setelah seharian berpetualang di Antapura De Djati.

🌾 Jelajahi Garut Lebih Lengkap

Antapura De Djati + Papandayan + Cipanas Garut dalam Satu Perjalanan Terencana

Dari sawah terasering Antapura yang memukau, kawah dramatis Gunung Papandayan, hingga pemandian air panas legendaris Cipanas β€” semua destinasi terbaik Garut bisa dinikmati dalam satu itinerary yang sudah terencana rapi. WisataMu Tour Travel menyediakan berbagai pilihan paket wisata Garut dengan transportasi nyaman, pemandu berpengalaman, dan itinerary yang disesuaikan dengan waktu dan anggaran.

βœ“ Transportasi AC Β βœ“ Pemandu Berpengalaman Β βœ“ Itinerary Terencana Β βœ“ Cocok Keluarga & Rombongan

Tips Wisata ke Antapura De Djati yang Wajib Diketahui

  • πŸŒ… Datang pagi atau sore hari β€” pagi (08.00–10.00) untuk suasana paling segar dan foto terbaik; sore (15.00–18.00) untuk golden hour dan menikmati suasana malam di coffee shop
  • πŸ“… Pilih hari kerja jika ingin suasana lebih sepi β€” antrian wahana jauh lebih pendek, harga tiket lebih murah, dan pengalaman foto jauh lebih leluasa
  • πŸ’΅ Bawa uang tunai β€” tidak semua wahana dan transaksi di dalam kawasan menerima pembayaran digital; siapkan uang tunai yang cukup
  • 🍽️ Jangan bawa makanan dan minuman dari luar β€” kebijakan ini berlaku ketat; manfaatkan penukaran minuman gratis dari tiket masuk
  • 🌈 Coba Rainbow Slider paket sepuasnya (Rp 60.000) jika berencana main lebih dari 4 kali β€” jauh lebih hemat dari bayar per kali (Rp 15.000)
  • πŸ•οΈ Camping untuk pengalaman terlengkap β€” menginap di kawasan memberikan akses ke suasana pagi paling indah tanpa harus berkendara dari kota pagi-pagi
  • πŸ“Έ Bawa baju ganti terutama jika membawa anak-anak β€” kolam renang dan Rainbow Slider hampir pasti membuat basah
  • β™Ώ Ramah untuk pengunjung disabilitas β€” ramp, tangga khusus, dan kamar mandi aksesibel sudah tersedia; konfirmasi kebutuhan khusus ke pengelola sebelum kunjungan
  • 🐾 Dilarang membawa binatang peliharaan ke dalam kawasan meskipun konsepnya adalah alam terbuka
  • 🚌 Cocok untuk rombongan bus β€” jalan menuju lokasi cukup lebar dan bisa dilalui bus pariwisata; ideal untuk study tour, outing kantor, atau reuni

Kesimpulan

Antapura De Djati adalah salah satu destinasi wisata yang paling sukses membuktikan bahwa konsep yang tepat, eksekusi yang serius, dan komitmen terhadap kualitas bisa mengubah sepetak sawah di Garut Utara menjadi destinasi yang dikunjungi ribuan orang setiap harinya. Bukan hanya karena sawahnya yang indah atau foto-fotonya yang viral β€” tapi karena seluruh pengalaman berkunjungnya terasa sangat menyenangkan, sangat nyaman, dan sangat berkesan dari awal hingga akhir.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau (sudah termasuk minuman gratis!), wahana Rainbow Slider yang seru, kolam renang yang segar, coffee shop bergaya Ubud yang nyaman, spot foto yang tidak ada habisnya, dan opsi camping untuk pengalaman semalam yang paling unik β€” Antapura De Djati Garut adalah destinasi yang sangat layak dimasukkan ke dalam setiap itinerary wisata Garut. Datanglah pagi hari, nikmati sawahnya, coba semua wahanannya, dan rasakan sendiri mengapa 700–1.000 orang setiap harinya memilih untuk menghabiskan waktu di sini.

FAQ β€” Antapura De Djati Garut

Berapa harga tiket masuk Antapura De Djati Garut?

Harga tiket masuk Antapura De Djati untuk dewasa adalah Rp 25.000–30.000 pada hari Senin–Jumat (weekday) dan Rp 35.000 pada Sabtu–Minggu serta hari libur nasional. Anak usia 5–8 tahun dan lansia di atas 60 tahun dikenai harga Rp 15.000–20.000. Anak di bawah 5 tahun masuk gratis. Tiket sudah bisa ditukarkan dengan satu minuman gratis. Biaya parkir: motor Rp 5.000, mobil Rp 10.000, bus wisata Rp 35.000. Wahana seperti Rainbow Slider dikenai biaya tambahan.

Di mana lokasi Antapura De Djati?

Antapura De Djati berlokasi di Jalan Raya Cibiuk, Kampung Jati, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44193. Berjarak 23–29 km dari pusat Kota Garut dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Rute dari Bandung: keluar Tol Cileunyi, arah Tasikmalaya, menuju Pasar Limbangan, ikuti jalan 3 km. Jalan cukup lebar dan bisa dilalui bus pariwisata.

Jam berapa Antapura De Djati buka?

Antapura De Djati buka setiap hari (Senin–Minggu) mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Pintu akses parkir ditutup satu jam sebelum jam operasional berakhir. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari (08.00–10.00) untuk suasana paling segar dan foto terbaik, atau sore hari (15.00–18.00) untuk golden hour dan menikmati coffee shop malam hari.

Apa saja wahana yang ada di Antapura De Djati?

Wahana di Antapura De Djati meliputi Rainbow Slider (perosotan 50 meter, Rp 15.000/kali atau Rp 60.000 sepuasnya), ayunan bambu, sarang burung, sepeda gantung, balon udara, kerucut gantung, kolam renang, dan taman bermain anak. Spot foto tersebar di seluruh kawasan dengan latar sawah terasering yang sangat indah. Camping juga tersedia dengan paket Rp 300.000 untuk 4 orang termasuk lahan, toilet, parkir, dan air galon.

Mengapa Antapura De Djati disebut β€œUbud”-nya Garut?

Antapura De Djati disebut β€œUbud”-nya Garut karena konsepnya yang terinspirasi dari Ubud, Bali β€” memadukan pemandangan sawah terasering yang mirip dengan sawah Jatiluwih, ornamen-ornamen dekoratif khas Bali, restoran dan coffee shop bergaya kafe premium Ubud, dan berbagai elemen estetika yang menciptakan atmosfer Bali di tanah Sunda. Menurut Direktur H. Galih Ruslan, konsep ini sengaja dipilih untuk menghadirkan pengalaman serupa bagi wisatawan yang ingin suasana Ubud tanpa perlu pergi ke Bali.

Apakah Antapura De Djati cocok untuk anak-anak?

Sangat cocok. Antapura De Djati sangat ramah keluarga dengan berbagai fasilitas dan wahana untuk anak-anak: kolam renang dengan air jernih, taman bermain anak, Rainbow Slider yang sangat disukai anak-anak, dan tiket masuk gratis untuk anak di bawah 5 tahun. Lokasi terbuka dengan pemandangan sawah yang luas juga sangat aman untuk anak-anak bermain. Tersedia juga fasilitas ramah disabilitas untuk pengunjung dengan kebutuhan khusus.

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *